Wednesday, May 21, 2008

*hug*

Aku ingin terus begini. Please, ijinkan aku bersandar di damai dekapmu. Jangan katakan apa-apa. Jangan, seperti biasa ketika aku mulai bertanya tak karuan -- jangan kau jawab, karena toh aku tak akan bisa mendengarkan.

Dekap saja aku. Kecup kening atau rambutku. Terimalah aku dengan segala kelemahanku. Dan kau akan memberikan kekuatan padaku untuk berdiri tegak. Limpahi aku dengan kasih sayangmu. Tenangkan aku dengan segala kesabaranmu. Teduhkan aku dengan lembut tatap matamu.

Jangan katakan apa-apa. Aku pula tak akan melakukannya. Biar tak ada lagi debat antara kita yang selalu muncul karena aku tak bisa berhenti bertanya-tanya. Pahamilah diriku. Maafkan jika aku selalu meminta begitu tanpa terlihat bisa memahamimu. Aku mencoba. Tapi ketakutan lebih menguasaiku, dan aku tak mampu menahan diri...

Dekap saja aku. Hingga bisa kudengar detak jantung kita yang tak beraturan, ketika punyaku terlalu cepat karena ketakutan, dan milikmu menderu menahan kekecewaan. Dekatkanlah keduanya, biar mereka yang saling bicara dan menemukan irama yang sama. Cepat dalam hasrat, dan melemah dalam kedamaian.

Jangan pergi dulu. Biarkan aku tertidur dalam damai rengkuhmu.

No comments: